Halaman

selamat datang

teks berjalan

belajar dari sebuah kesalahan adalah keberhasilan

Selasa, 06 Maret 2012

el real

LISBOA, suaramerdeka.com - Benfica sukses melaju ke babak delapan besar Liga Champions berkat kemenangan 2-0 (agregat 4-3) atas Zenit St. Petersburg pada leg kedua babak 16 Besar di Stadio da Luz. Hasil ini cukup untuk membalikkan keadaaan setelah kalah 3-2 di pertemuan pertama.
Gol dari Maxi Pereira hanya beberapa detik sebelum turun minum serta tambahan Nelson Oliveira saat injury time memuluskan langkah tim besutan Jorge Jesus ke perempat-final. Jorge Jesus mengungkan, dalam pertandingan itu, mencetak gol cepat sangat dibutuhkan.

"Kami tahu kami menghadapi tim terbaik Rusia pada laga ini dan sangat penting untuk mencetak gol terlebih dahulu. Pada babak kedua, mereka lebih menguasai bola, tapi kami seharusnya bisa unggul 2-0 lebih cepat," tuturnya.
Setelah berhasil lolos, sang pelatih mulai mengutak-utik kemungkinan calon lawan yang bakal dihadapinya di babak perempatfinal. Diakui Jesus, dirinya lebih berharap bisa bertemu Chelsea di babak delapan besar nanti. Bahkan, sang pelatih juga mengungkapkan dirinya enggan menghadapi tim asuhan Jose Mourinho, Real Madrid.
"Jika mungkin, kami ingin menghadapi lawan asal Inggris, Chelsea. Saya tak ingin menghadapi Real Madrid. Mereka punya banyak pemain asal Portugis dan juga eks pemain Benfica," tandasnya.
Sementara Kapten Benfica Luisao menganggap, Zenit adalah lawan yang cukup tangguh sehingga timnya harus bekerja keras untuk memenangi laga. "Ini adalah kemenangan yang diperoleh dengan pertarungan yang keras. Fans amat luar biasa selama masa-masa sulit di dalam pertandingan," ucapnya.
Diungkapkan pemain asal Brasil itu, kelolosan itu merupakan kali pertama Benfica sejak musim 2005-06. Alhasil, Luisao pun mengungkapkan kini Benfica sudah boleh mulai bermimpi. "Kami telah memperlihatkan bahwa Benfica tak pernah menyerah. Sekarang, kami bisa berani untuk bermimpi," ucap pemain usia 31 tahun itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar