LISBOA, suaramerdeka.com - Benfica sukses melaju ke
babak delapan besar Liga Champions berkat kemenangan 2-0 (agregat 4-3)
atas Zenit St. Petersburg pada leg kedua babak 16 Besar di Stadio da
Luz. Hasil ini cukup untuk membalikkan keadaaan setelah kalah 3-2 di
pertemuan pertama.
Gol dari Maxi Pereira hanya beberapa detik
sebelum turun minum serta tambahan Nelson Oliveira saat injury time
memuluskan langkah tim besutan Jorge Jesus ke perempat-final. Jorge
Jesus mengungkan, dalam pertandingan itu, mencetak gol cepat sangat
dibutuhkan.
"Kami tahu kami menghadapi tim terbaik Rusia pada laga
ini dan sangat penting untuk mencetak gol terlebih dahulu. Pada babak
kedua, mereka lebih menguasai bola, tapi kami seharusnya bisa unggul 2-0
lebih cepat," tuturnya.
Setelah berhasil lolos, sang pelatih
mulai mengutak-utik kemungkinan calon lawan yang bakal dihadapinya di
babak perempatfinal. Diakui Jesus, dirinya lebih berharap bisa bertemu
Chelsea di babak delapan besar nanti. Bahkan, sang pelatih juga
mengungkapkan dirinya enggan menghadapi tim asuhan Jose Mourinho, Real
Madrid.
"Jika mungkin, kami ingin menghadapi lawan asal Inggris,
Chelsea. Saya tak ingin menghadapi Real Madrid. Mereka punya banyak
pemain asal Portugis dan juga eks pemain Benfica," tandasnya.
Sementara
Kapten Benfica Luisao menganggap, Zenit adalah lawan yang cukup tangguh
sehingga timnya harus bekerja keras untuk memenangi laga. "Ini adalah
kemenangan yang diperoleh dengan pertarungan yang keras. Fans amat luar
biasa selama masa-masa sulit di dalam pertandingan," ucapnya.
Diungkapkan
pemain asal Brasil itu, kelolosan itu merupakan kali pertama Benfica
sejak musim 2005-06. Alhasil, Luisao pun mengungkapkan kini Benfica
sudah boleh mulai bermimpi. "Kami telah memperlihatkan bahwa Benfica tak
pernah menyerah. Sekarang, kami bisa berani untuk bermimpi," ucap
pemain usia 31 tahun itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar